Dulu sebelum menjadi ibu dari 3 orang anak laki-laki yang lucu-lucu, aku selalu rajin untuk merawat diri. Pergi ke salon, creambath, menipedi,lulur…rajinlah pokoknya. Rambut selalu rapi, kuku terawat. Tapi tidak ada yang memberikan aku ciuman hangat bercampur coklat di pipi.
Dulu, aku sering menonton tv sampai larut malam bahkan kadang membaca buku/novel hingga pagi. Tapi tidak ada yang meminta aku membacakan buku Franklin saat sedang senggang.
Dulu, aku selalu hangout dengan teman2 kampus ke mall, nonton, makan, jalan2. Dan saat ngobrol tidak pernah ada obrolan2 tentang harga susu yang sedang diskon, pampers yang sedang turun harga.
Dulu, aku bebas melakukan semua hal2 yang aku sukai, bebas pergi ke mana saja yang ku mau.
Sekarang..aku tak habis2nya mesti merapikan tumpukan baju di lemari, memeriksa PR, dan memasak. Kadang aku ditarik, diusili, dipanggil terus menerus untuk di tanyai ini atau itu. ” Mami, aku boleh ini?” atau “Mami, koko nakal” atau “Mami, aku lapar”. Aku benar benar tidak punya lagi waktu untuk diriku sendiri.
Kadang aku bertanya tanya, siapa diriku dan apa yang aku jalani? Tapi ketika salah seorang anakku memanggil dengan senyum lucu nya, “Mami siniih, aku cium, aku mau berangkat sekolah” dan semuanya menjadi nyata. Aku adalah seorang IBU dengan 3 anakku yang lucu2.